IKM@News
Kamis, 5 September 2019 10:41 WIB
Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang gandeng Rutan Kelas I Tanjungpinang latih warga binaan

Dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan disemua lini/ sektor masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan Dekranasda bersinergi dengan Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang melatih para warga binaan. Para warga binaan yang dipilih sebanyak 30 orang diajarkan teknik merajut dan membatik selama kurang lebih 4 hari lamanya. Tampak antusias para warga binaan mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan langsung di lokasi Rumah Tahanan.

Dalam sambutannya, Juwariyah Syahrul selaku ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang mengapreasiasi kepada Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang yang terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi melakukan pembekalan keterampilan seni merajut dan membatik pada warga binaan yang ada. Ia berharap ini merupakan awal yang baik untuk terus menyematkan asa baru kepada para warga binaan agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pembekalan kewirausahaan yang mudah-mudahan bermanfaat kelak ketika para warga binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat. Kita selalu mendorong agar semangat kewirausahaan terus berkembang dan memberi nilai tambah dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan lanjutnya. Dia juga berpesan kepada para warga binaan agar dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan baik dan serius sehingga menjadi bekal yang bermanfaat untuk dimasa yang akan datang.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika dalam sambutannya turut bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang yang membuka jalinan kerjasama yang luar biasa, dan untuk kali pertama memberikan bekal keterampilan kepada para warga binaan. Dia menekankan rutan ini sebagai Rumah Singgah bagi orang-orang spesial yang terpaksa harus menjalani masa persinggahan sesaat disini. Rumah singgah tidak menutup kemungkinan para penghuninya untuk tidak dapat kesempatan memperoleh ilmu dan pengetahuan seperti warga umum lain, imbuhnya juga. Teruslah memupuk semangat dan bekal sebanyak-banyaknya, agar pada saat keluar dari rumah singgah ini dengan keadaan sudah siap berjuang dan memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Pelatihan merajut yang diajarkan langsung oleh pengurus Dekranasda, Maryati dan Raja Farida berlangsung secara formal selama 2 hari dan akan terus dilanjutkan pembinaan dan pembinaan merajut dengan ketentuan peserta yang telah disaring sesuai passion dan kemampuannya. Sedangkan untuk pelatihan membatik, dibimbing langsung oleh pelaku usaha dibawah binaan Dekranasda dan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Melajoe Batik. Tyas Susilowati, selaku narasumber berterimakasih telah diberi kepercayaan dan kesempatan emas ini untuk berbagi ilmu keterampilan membatik kepada teman-teman hebat yang ada di rutan.

Acara pelatihan yang ditutup pada hari Selasa, 3 September 2019 dan sudah berlangsung 4 hari sebelumnya, menghasilkan beberapa karya rajutan dan kain batik yang sangat menarik. Dalam sambutan pada acara penutupan, Ahmad Yani selaku kepala Disperdagin dan Ketua Harian Dekranasda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Dia menekankan bahwa acara ini tidak akan berhenti sampai disini, melainkan akan terus berkelanjutan program pembinaan dan pendampingan kepada warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang ini. Meskipun ini baru kali pertama dilaksanakan, namun respon baik dan positif dari pihak rutan memberikan sinyal baik untuk terus bekerjasama. Tidak menutup kemungkinan produkproduk yang nantinya dihasilkan oleh para warga binaan akan dipromosikan dan dipasarkan dalam setiap event maupun di pusat oleh-oleh Dekranasda yang ada di Gedung Gonggong dan Pulau Penyengat yang sedang dalam tahap pembukaan, imbuhnya juga.

IKM@News
Kamis, 15 Agustus 2019 09:24 WIB
Kegiatan Pemberdayaan dari BPOM yang diikuti 50 UMKM di Kabupaten Natuna

NATUNA – Penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu poin penting dalam mewujudkan bangsa yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing. Salah satu sektor pendukung ekonomi kerakyatan adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang saat ini berkembang dengan sangat pesat di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Natuna. Sebagai amanat Undang-undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam UUD 1945, serta negara berkewajiban mewujudkan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi hingga perseorangan.  Ungkap Yosef Dwi Irawan, S.Si.,Apt Kepala Badan POM di Batam, pada sela-sela Kegiatan Pengenalan Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, di Hotel Tren Central Ranai, Kamis (8/8/2019).

Kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan pangan hasil produksi dan juga untuk meningkatkan daya saing UMKM pangan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Kita melaksanakan program pendampingan UMKM sebagai salah satu keterlibatan Badan POM dalam rangka melindungi Masyarakat untuk mewujudkan  Pangan yang aman," ujar Yosef.

Data pengawasan sarana produksi UMKM Pangan (PIRT) pada tahun 2015 lebih dari 50% sarana belum memenuhi standar dan persyaratan.

"Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan aspek keamanan dan mutu serta rendahnya daya saing produk UMKM sebagai bagian penopang perekonomian Indonesia perlu didampingi," tambah Yosef.

Dalam penyampaiannya pada acara beliau juga menyampaikan program Badan POM Provinsi Kepulauan Riau yaitu program GERBANG SAMAWA (Gerakan Bersama Kembangan Masyarakat Mandiri Usaha) , keunggulan dari program ini bagi UMKM adalah : pendaftaran produk secara online, fasilitasi pendampingan UMKM, uji laboratorium secara gratis dan keringanan biaya pendaftaran berupa diskon 50% untuk UMKM, hal tersebut merupakan dukungan BPOM dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM utamanya terkait jaminan mutu dan keamanan pangan.

Sebanyak 50 UMKM  binaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna mengikuti Kegiatan ini, Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini menghadirkan Narasumber dari BPOM sendiri, Disperindagkop dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna dan Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Natuna .

IKM@News
Senin, 29 Juli 2019 05:17 WIB
DISPERINDAGKOP dan UMI Kabupaten Natuna Mengadakan Pelatihan Kewirausahaan di Kecamatan Midai

NATUNA (HAKA) - Salah satu sektor yang dihadapi dan menjadi permasalahan di hampir setiap negara, adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja, tidak adanya keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran. Hal ini disampaikan oleh Ibu Bina Sopaniar Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna yang mewakili Kepala Dinas  dalam memberikan sambutan acara pelatihan Kewirausahaan di Kecamatan Midai, adapun Camat Midai yang diwakili sekretaris camat membuka acara pelatihan yang diadakan pada hari rabu tanggal 24 Juli 2019.  

Dalam sambutannya sebagai upaya peningkatan ekonomi dan sosial , pengangguran salah satu factor yang harus diperhatikan, selain pengembangan lapangan kerja kita juga berupaya untuk mencetak calon wirausaha baru melalui pelatihan Kewirausahaan, pemerintah daerah sebagai Pembina berupaya untuk merangsang tumbuh kembangnya usaha mikro merata di kecamatan-kecamatan yang ada di Natuna.

              Pada saat pembukaan Ibu Erlina, SH. Sekretaris Camat Midai mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan pelatihan sebagai pemberdayaan ibu-ibu yang ada di Kecamatan Midai dan berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan nantinya dapat menjadi wirausaha mandiri.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 24 s.d 26 Juli 2019 di Kecamatan Midai ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dengan menghadirkan Narasumber Agung Supriono, S.ST.Pi dari Balai pelatihan Bening Food, Parung Bogor. Dalam pelatihan ini peserta diajarkan bagaimana mengolah ikan laut menjadi makanan yang memiliki daya jual yang tinggi dan mampu berkompetitif dipasar lokal maupun nasional. Peserta juga di ajarkan bagaimana cara pengemasan produk dengan baik dan bagaimana membuat label yang menarik.

Hal yang sama disampaikan Ibu Mirna Susanti sebagai ketua panitia pelatihan ini dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini, nantinya masyarakat di Kec. Midai diharapkan mampu membuat inovasi baru untuk mengolah ikan menjadi makanan-makanan yang sehat tanpa bahan pengawet dan mudah untuk di jual".

Pada akhirnya melalui pelatihan ini akan muncul Wirausaha-wirausaha baru yang dapat meningkatkan ekonomi masing-masing keluarga di Kecamatan Midai.

IKM@News
Kamis, 18 Juli 2019 21:42 WIB
Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang tampilkan Produk Unggulan pada Indonesia City Expo Apeksi Nasional

Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (APEKSI) Tingkat Nasional Tahun 2019 berhasil diselenggarakan dengan sukses dan meriah di Kota Semarang. Sebagai tuan rumah pada gelaran akbar tahunan ini, Kota Semarang mempersiapkan secara maksimal, mulai penyambutan para tamu dari 96 Kota se Indonesia, fasilitas akomodasi yang memadai dan hiburan yang meriah.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selain acara utama yakni RAKERNAS yang dilaksanakan di PO Hotel, juga ada beberapa acara pendukung seperti, Ladies Program, Semarang Night Carnival di depan Balai Kota Semarang, Indonesia City Expo di Kawasan Simpang Lima dan aneka hiburan lainnya. RAKERNAS yang diselenggarakan pada tanggal 3 Juli 2019 dan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo juga turut membuka secara resmi  Indonesia City Expo XVII di Kawasan Simpang Lima, Semarang yang dilaksanakan dari tanggal 3 s.d 6 Juli 2019.

Indonesia City Expo (ICE)  menjadi ajang pemerintah daerah menampilkan kekhasan dan ragam potensi daerahnya untuk dipromosikan ke masyarakat luas. Begitu juga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang turut berpartisipasi membawa nama Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menampilkan segala potensi yang ada di Kota Tanjungpinang. Beragam produk makanan seperti, Kerupuk Gonggong, Kerupuk Sotong, Dendeng Sotong, Kue Bangkit, Serundeng Ikan Tamban, Teh, Kopi, olahan rosella, dan olahan herbal bawang putih tampil pada expo akbar tersebut. Tak kalah menarik juga ada produk non pangan seperti, kaos khas Kota Tanjungpinang, Batik Tanjungpinang, souvenir kerang-kerangan, tanjak, songkok menjadi andalan yang banyak diminati para pangunjung. Bahkan semua produk makanan yang ada di stand Kota Tanjungpinang ludes terjual selama pameran.

Walikota dan Wakil Walikota, Ketua Dekranasda serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang turut hadir mendukung penuh kegiatan yang memiliki dampak untuk mengenalkan Kota Tanjungpinang secara lebih luas, sehingga kedepannya, banyak orang yang tau dan kenal serta mau berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Disela-sela mengunjungi stand, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul berharap, agar terus tingkatkan mutu produk unggulan IKM dan kedepannya tampilkan lebih banyak lagi ragam produk yang menjadi ciri khas kota. Dia juga mengatakan, kedepan mudah-mudahan Kota Tanjungpinang mampu menjadi tuan rumah gelaran akbar yang dilaksanakan setiap tahun ini.

Disamping itu, Ketua Dekranasda, Juwariyah Syahrul, yang turut mendampingi juga berpesan agar mampu memanfaatkan even ini sebagai momentum mempromosikan keragaman kerajinan yang dimiliki Kota Tanjungpinang yang unik

REKAPITULASI DATA*
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau
Copyright © 2017 Bidang Industri Kecil dan Menengah
User Online : 12
Total Akses : 30682