IKM Pangan IKM Sandang IKM Barang dari Kayu dan Furnitur IKM Aneka Kerajinan IKM Logam,Mesin, Elektronika dan Alat Angkut IKM Kimia dan Bahan Bangunan IKM Aneka Industri
IKM@News
Kamis, 28 November 2019 08:00 WIB
Makanan Khas Melayu tersaji di Festival Kampong Kite

Ragam rasa dan bentuk makanan khas melayu tersaji dalam gelaran Festival Kampong Kite tahun 2019. Festival yang kali pertama digelar oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi daya tarik sendiri bagi warga Kota Tanjungpinang. Festival Kampong Kite dilaksanakan dari tanggal 21 s.d 23 November 2019 bertempat di Lapangan Pamedan berlangsung sangat meriah dan semarak. Festival yang dilaksanakan sebagai wadah bagi pelaku usaha IKM/ komunitas dan kelompok usaha menampilkan khazanah masakan melayu yang ada di Kota Tanjungpinang. Terdapat 25 pelaku usaha yang mengikuti bazar selama 3 hari tersebut. Selain menyuguhkan ragam masakan melayu, Festival Kampong Kite juga memberikan kesempatan band-band kampus menyuguhkan penampilan musik untuk menghibur masyarakat.

Ahmad yani, selaku kepala dinas perdagangan dan perindustrian dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini antara lain mempromosikan industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang kuliner melayu, sebagai usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam bidang kuliner, mengenalkan kuliner melayu kepada masyarakat kota tanjungpinang, membina talenta muda kota tanjungpinang dalam musikalitas melayu. Adapun unsur kepesertaan bazar diantaranya unsur kekerabatan daerah terdiri dari 5 stand, unsur perguruan tinggi 2 stand, organisasi kewanitaan 1 stand, perkumpulan pengusaha kuliner terdiri dari 8 stand, komunitas/ gabungan pedagang kue tradisional 4 stand, industri kecil menengah perwakilan kelurahan 5 stand. Dia berpesan kepada seluruh peserta memanfaatkan momen baik ini menjadi ajang berkreasi menyuguhkan masakan-masakan melayu.

Kemudian dalam sambutannya, Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, menyampaikan even Festival Kampong Kite merupakan upaya mengkombinasikan antara pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan penguatan tradisi, khususnya usaha dibidang kuliner tradisional melayu. Kita harus saling menguatkan menjadikan kuliner khas melayu ini sebagai alternatif yang disodorkan dalam kegiatan-kegiatan atau sebagai oleh-oleh dari kampong kite. Tak lain dan tak agar potensi kuliner daerah kita dapat berkesinambungan ditingkatkan, baik dari sisi produsen maupun kesadaran kita sebagai konsumen. Jadikan momen ini sebagai sarana mengenalkan kepada masyarakat luas, dengan menghubungkan konsumen pada laman penjualan online usaha kita. Peran media sosial dan penjualan online sebagai sarana promosi dan transaksi harus diperhatikan bagaiman bisa menarik dan sekreatif mungkin. Lanjutnya, pada kesempatan ini, dia berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia bergabung ikut mensukseskan kegiatan ini dan semua kalangan yang terlibat secara aktif, baik dari IKM tingkat kelurahan, ikatan kekerabatan daerah-daerah, komunitas atau perkumpulan penggiat kuliner serta partisipasi grup musik lokal dari perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang.

Pagelaran even penjualan dan promosi kuliner selama 3 hari ini, mampu meraih omset penjualan sebesar seratus dua puluh juta an rupiah. Diakhir acara, juga dipih 3 besar stand terbaik yang terdiri dari aspek penjualan, keindahan stand dan ragam makanan khas melayu yang ditampilkan. Dipenghujung acara juga, masyarakat Kota Tanjungpinang dihibur oleh artis ibu kota Lia Callia.

IKM@News
Kamis, 28 November 2019 06:26 WIB
Produk Unggulan dipasarkan dalam semarak Dragon Boat Race di Sei Carang

Event Tahunan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Tanjungpinang International Dragon Boat Race (TIDBR) 2019 yang dilaksanakan di Sei Carang dimulai sejak 25 Oktober sampai dengan 27 Oktober, tidak hanya menampilkan sepak terjang para atlet-atlet dayung baik tingkat nasional maupun internasional, namun juga menampilkan sisi keragaman ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Dalam kesempatan mempromosikan dan upaya memasarkan produk-produk unggulan yang dihasilkan industri kecil dan menengah Kota Tanjungpinang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Tanjungpinang memfasilitasi stand bazar pada event tersebut. Event Bazar  TIDBR tersebut dipandang memiliki potensi dikunjungi oleh pengunjung yang tidak hanya lokal, namun tamu luar daerah dan mancanegara yang secara tidak langsung menjadi peserta lomba dayung tersebut. Hal itulah yang mendasari Disperdagin dan Dekranasda mengupayakan memberikan wadah promosi kepada pelaku IKM di Kota Tanjungpinang. Beragam produk unggulan yang ditampilkan diantaranya batik gonggong, tanjak, songkok, kerajinan limbah plastik, miniatur kapal, tas rajut yang dihasilkan warga binaan rutan kelas I Tanjungpinang, kaos kacel, olahan limbah kayu pallet, gantungan kunci gonggong. Yang lebih berkesan pengujung stand disuguhkan dan diberi kesempatan untuk belajar mencanting batik tulis yang dipandu langsung oleh adik-adik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang.

Juwariyah Syahrul, selaku ketua Dekranasda Tanjungpinang, merasa senang bisa berkolaborasi dan bersinergi bersama anak-anak luar yang luar biasa dari SLB karena mampu mencontohkan semangat entrepreneurship/ kewirausahaan sejak dini tanpa ada rasa canggung dan merasa kekurangan. Banyak diantara pengunjung yang turut mencoba belajar cara proses mencanting batik.

Ahmad Yani, Kepala Dinas Perdagin dalam sela-sela peninjauan stand, menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada pelaku IKM dengan diberi wadah promosi seluas-luasnya kepada para pengunjung bahkan peserta TIDBR yang ikut berpartisipasi. Tidak menutup kemungkinan ada peluang produk-produk unggulan kita dibeli oleh peserta dari mancanegara yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

IKM@News
Selasa, 26 November 2019 08:54 WIB
Produk Industri Kreatif dipamerkan pada even Festival Samudera Aksara

Kali pertama Kota Tanjungpinang dipilih dan dipercaya oleh Badan Ekonomi Kreatif RI menyelenggarakan program IKKON (Inovasi dan Kreatif untuk Kolaborasi Nasional). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang memang menaungi bidang Ekonomi Kreatif, menjadi leading pelakanaan program baru Bekraf RI tersebut. Melalui program IKKON, pemerintah pusat melalui Bekraf mengirimkan tenaga-tenaga ahli dari 16 sub sektor ekonomi kreatif. Dari rangkaian kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilaksanakan, puncaknya adalah diselenggarakannya Pekan Aksi Ekonomi Kreatif, sebuah even pameran produk-produk unggulan yang sudah diciptakan bersama para kolaborator pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Pekan Aksi Ekonomi Kreatif dengan tema Festival Samudera Aksara dilaksanakan pada tanggal 8 s.d 10 November 2019 di pelataran Gedung Gonggong. Turut serta ambil bagian, Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang memberikan wadah promosi kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kota Tanjungpinang. Beragam produk unggulan yang ditampilkan diantaranya batik gonggong, tanjak, songkok, kerajinan limbah plastik, miniatur kapal, tas rajut yang dihasilkan warga binaan rutan kelas I Tanjungpinang, kaos kacel, olahan limbah kayu pallet, gantungan kunci gonggong. Dan sudah menjadi bagian kerjasama Dekranasda dan SLB, pengujung stand disuguhkan dan diberi kesempatan untuk belajar mencanting batik tulis yang dipandu langsung oleh adik-adik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang.

Ketua Dekranasda Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul, menilai even-even bazar seperti ini perlu untuk terus dilaksanakan agar para pelaku usaha kreatif diberikan kesempatan menunjukkan dan memamerkan hasil karya mereka. Dia merasa senang bisa berkolaborasi dan bersinergi bersama anak-anak luar yang luar biasa dari SLB karena mampu mencontohkan semangat entrepreneurship/ kewirausahaan sejak dini tanpa ada rasa canggung dan merasa kekurangan. Banyak diantara pengunjung yang turut mencoba belajar cara proses mencanting batik.

Kepala bidang perindustrian, Syarifah Zairina, yang turut mendampingi Ketua Dekranasda dalam sesi mengunjungi stand-stand pameran, mengutarakan bahwa pelaku industri kecil dan menengah yang ada di Kota Tanjungpinang cukup beragam dan kaya akan kreatifitas. Kalo bukan kita yang menggunakan dan bangga menggunakan produk-produk lokal buatan IKM kita, maka siapa lagi yang akan bangga dan membeli. Produk IKM Tanjungpinang tak kalah bagus dan berkualitas serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan dipromosikan dalam even-even promosi ditingkat yang lebih tinggi.

IKM@News
Kamis, 26 September 2019 09:22 WIB
Pelaku Usaha IKM dibekali Ilmu Achievement Motivation Training (AMT)

Dalam rangka membentuk mentalitas pelaku usaha indusrtri kecil dan menengah (IKM) Kota Tanjungpinang yang berkarakter, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyenggarakan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT), yakni sebuah pelatihan yang mendorong IKM termotivasi untuk berprestasi. Survei baik formal dan nonformal berbagai lembaga terhadap indeks perekonomian daerah dalam hal ini berkaitan dengan ekonomi kerakyatan menunjukkan hasil yang perlu diperhatikan lebih jauh. Adanya pelemahan daya beli masyarakat tentu tidak bisa dipungkiri terjadi di tengah-tengah kita. Tidak sedikit dunia usaha mengeluh dan mengalami kemunduran yang signifikan bahkan sampai mengalami pailit. Hal tersebut menjadi konsentrasi pemerintah dalam hal ini pemangku kepentingan pada bidang perdagangan dan perindustrian, bagaimana terus hadir membina dan merangkul pelaku usaha IKM agar tetap tangguh dan mandiri. Tentunya selain pembinaan terkait peningkatan kualitas produk, pelaku usaha IKM penting diberi ilmu pengetahuan karakter sebagai pondasi awal mengembangkan dan membangun usaha.

Dalam sambutan pada pembukaan acara AMT (23/9) di Aula Kantor Disperdagin, Kepala Disperdagin, Ahmad Yani mengatakan bahwasanya kegiatan pelatihan AMT ini akan dilaksanakan selama 4 hari sampai dengan tanggal 26 September 2019. ia melanjutkan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut, penyelenggara bekerjamasa dengan Lembaga Pengembangan UMKM Provinsi Riau. Lebih dalam ia menjelaskan, untuk mengembangkan usaha tidak hanya diperlukan keterampilan yang baik namun juga harus didukung oleh karakter kepribadian yang baik pula. Kedua hal tersebut tidak bisa dilepaskan terpisah, melainkan wajib menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan karakter kepribadian pelaku usaha IKM yang baik, maka akan menjadi kekuatan internal dalam hal pengembangan bisnis. Berbicara karakter, hal ini berkenaan dengan integritas, komitmen, dan kejujuran seorang pelaku usaha. Pelaku usaha IKM tidak mungkin dapat berkembang secara individual, melainkan akan banyak relasi/ hubungan yang perlu dipelihara baik. Itu semua akan terjaga jika karakter seorang pelaku usaha IKM baik.  Pada pelaksanaan kegiatan AMT kali ini, diikuti peserta pelaku usaha IKM sebanyak 30 orang.

Pada akhirnya hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain, terjadinya perubahan pola pikir (mindset) dari pada peserta ke arah yang lebih baik, terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku dalam bekerja/ berusaha ke arah yang lebih baik dari pada semula (bekerja berprestasi), timbulnya sikap dan perilaku inovatif, kreatif, proaktif dan responsive, timbulnya rasa tanggung jawab secara pribadi dalam bekerja/ berusaha, membangun sikap dinamis dalam bekerja dan mudah diajak bekerjasama dalam kelompok, bertindak dan bekerja pada batas kemampuan, serta timbulnya keberanian dalam mengambil keputusan setelah melakukan pertimbangan yang matang.

REKAPITULASI DATA*