IKM Pangan IKM Sandang IKM Barang dari Kayu dan Furnitur IKM Aneka Kerajinan IKM Logam,Mesin, Elektronika dan Alat Angkut IKM Kimia dan Bahan Bangunan IKM Aneka Industri
IKM@News
Kamis, 15 Agustus 2019 09:24 WIB
Kegiatan Pemberdayaan dari BPOM yang diikuti 50 UMKM di Kabupaten Natuna

NATUNA – Penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu poin penting dalam mewujudkan bangsa yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing. Salah satu sektor pendukung ekonomi kerakyatan adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang saat ini berkembang dengan sangat pesat di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Natuna. Sebagai amanat Undang-undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam UUD 1945, serta negara berkewajiban mewujudkan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi hingga perseorangan.  Ungkap Yosef Dwi Irawan, S.Si.,Apt Kepala Badan POM di Batam, pada sela-sela Kegiatan Pengenalan Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, di Hotel Tren Central Ranai, Kamis (8/8/2019).

Kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan pangan hasil produksi dan juga untuk meningkatkan daya saing UMKM pangan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Kita melaksanakan program pendampingan UMKM sebagai salah satu keterlibatan Badan POM dalam rangka melindungi Masyarakat untuk mewujudkan  Pangan yang aman," ujar Yosef.

Data pengawasan sarana produksi UMKM Pangan (PIRT) pada tahun 2015 lebih dari 50% sarana belum memenuhi standar dan persyaratan.

"Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan aspek keamanan dan mutu serta rendahnya daya saing produk UMKM sebagai bagian penopang perekonomian Indonesia perlu didampingi," tambah Yosef.

Dalam penyampaiannya pada acara beliau juga menyampaikan program Badan POM Provinsi Kepulauan Riau yaitu program GERBANG SAMAWA (Gerakan Bersama Kembangan Masyarakat Mandiri Usaha) , keunggulan dari program ini bagi UMKM adalah : pendaftaran produk secara online, fasilitasi pendampingan UMKM, uji laboratorium secara gratis dan keringanan biaya pendaftaran berupa diskon 50% untuk UMKM, hal tersebut merupakan dukungan BPOM dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM utamanya terkait jaminan mutu dan keamanan pangan.

Sebanyak 50 UMKM  binaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna mengikuti Kegiatan ini, Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini menghadirkan Narasumber dari BPOM sendiri, Disperindagkop dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna dan Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Natuna .

IKM@News
Senin, 29 Juli 2019 05:17 WIB
DISPERINDAGKOP dan UMI Kabupaten Natuna Mengadakan Pelatihan Kewirausahaan di Kecamatan Midai

NATUNA (HAKA) - Salah satu sektor yang dihadapi dan menjadi permasalahan di hampir setiap negara, adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja, tidak adanya keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran. Hal ini disampaikan oleh Ibu Bina Sopaniar Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna yang mewakili Kepala Dinas  dalam memberikan sambutan acara pelatihan Kewirausahaan di Kecamatan Midai, adapun Camat Midai yang diwakili sekretaris camat membuka acara pelatihan yang diadakan pada hari rabu tanggal 24 Juli 2019.  

Dalam sambutannya sebagai upaya peningkatan ekonomi dan sosial , pengangguran salah satu factor yang harus diperhatikan, selain pengembangan lapangan kerja kita juga berupaya untuk mencetak calon wirausaha baru melalui pelatihan Kewirausahaan, pemerintah daerah sebagai Pembina berupaya untuk merangsang tumbuh kembangnya usaha mikro merata di kecamatan-kecamatan yang ada di Natuna.

              Pada saat pembukaan Ibu Erlina, SH. Sekretaris Camat Midai mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan pelatihan sebagai pemberdayaan ibu-ibu yang ada di Kecamatan Midai dan berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan nantinya dapat menjadi wirausaha mandiri.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 24 s.d 26 Juli 2019 di Kecamatan Midai ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dengan menghadirkan Narasumber Agung Supriono, S.ST.Pi dari Balai pelatihan Bening Food, Parung Bogor. Dalam pelatihan ini peserta diajarkan bagaimana mengolah ikan laut menjadi makanan yang memiliki daya jual yang tinggi dan mampu berkompetitif dipasar lokal maupun nasional. Peserta juga di ajarkan bagaimana cara pengemasan produk dengan baik dan bagaimana membuat label yang menarik.

Hal yang sama disampaikan Ibu Mirna Susanti sebagai ketua panitia pelatihan ini dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini, nantinya masyarakat di Kec. Midai diharapkan mampu membuat inovasi baru untuk mengolah ikan menjadi makanan-makanan yang sehat tanpa bahan pengawet dan mudah untuk di jual".

Pada akhirnya melalui pelatihan ini akan muncul Wirausaha-wirausaha baru yang dapat meningkatkan ekonomi masing-masing keluarga di Kecamatan Midai.

IKM@News
Kamis, 18 Juli 2019 21:42 WIB
Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang tampilkan Produk Unggulan pada Indonesia City Expo Apeksi Nasional

Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (APEKSI) Tingkat Nasional Tahun 2019 berhasil diselenggarakan dengan sukses dan meriah di Kota Semarang. Sebagai tuan rumah pada gelaran akbar tahunan ini, Kota Semarang mempersiapkan secara maksimal, mulai penyambutan para tamu dari 96 Kota se Indonesia, fasilitas akomodasi yang memadai dan hiburan yang meriah.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selain acara utama yakni RAKERNAS yang dilaksanakan di PO Hotel, juga ada beberapa acara pendukung seperti, Ladies Program, Semarang Night Carnival di depan Balai Kota Semarang, Indonesia City Expo di Kawasan Simpang Lima dan aneka hiburan lainnya. RAKERNAS yang diselenggarakan pada tanggal 3 Juli 2019 dan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo juga turut membuka secara resmi  Indonesia City Expo XVII di Kawasan Simpang Lima, Semarang yang dilaksanakan dari tanggal 3 s.d 6 Juli 2019.

Indonesia City Expo (ICE)  menjadi ajang pemerintah daerah menampilkan kekhasan dan ragam potensi daerahnya untuk dipromosikan ke masyarakat luas. Begitu juga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang turut berpartisipasi membawa nama Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menampilkan segala potensi yang ada di Kota Tanjungpinang. Beragam produk makanan seperti, Kerupuk Gonggong, Kerupuk Sotong, Dendeng Sotong, Kue Bangkit, Serundeng Ikan Tamban, Teh, Kopi, olahan rosella, dan olahan herbal bawang putih tampil pada expo akbar tersebut. Tak kalah menarik juga ada produk non pangan seperti, kaos khas Kota Tanjungpinang, Batik Tanjungpinang, souvenir kerang-kerangan, tanjak, songkok menjadi andalan yang banyak diminati para pangunjung. Bahkan semua produk makanan yang ada di stand Kota Tanjungpinang ludes terjual selama pameran.

Walikota dan Wakil Walikota, Ketua Dekranasda serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang turut hadir mendukung penuh kegiatan yang memiliki dampak untuk mengenalkan Kota Tanjungpinang secara lebih luas, sehingga kedepannya, banyak orang yang tau dan kenal serta mau berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Disela-sela mengunjungi stand, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul berharap, agar terus tingkatkan mutu produk unggulan IKM dan kedepannya tampilkan lebih banyak lagi ragam produk yang menjadi ciri khas kota. Dia juga mengatakan, kedepan mudah-mudahan Kota Tanjungpinang mampu menjadi tuan rumah gelaran akbar yang dilaksanakan setiap tahun ini.

Disamping itu, Ketua Dekranasda, Juwariyah Syahrul, yang turut mendampingi juga berpesan agar mampu memanfaatkan even ini sebagai momentum mempromosikan keragaman kerajinan yang dimiliki Kota Tanjungpinang yang unik

IKM@News
Rabu, 17 Juli 2019 10:21 WIB
Perluasan Kredit Usaha Rakyat Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Natuna

NATUNA – Bupati Natuna diwakili Plt. Asisten I Muhammad Amin secara resmi membuka Kegiatan Perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna.   Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 02 s.d 03 Juli 2019 ini bertempat di Hotel Trand Central Natuna, turut hadir pada acara pembukaan Pimpinan Pemerintah Daerah di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Natuna, dan beberapa pembicara dari Kementerian dan Bank pemerintah maupun swasta yang ada di Natuna yakni Bank Riau Kepri, BRI, BNI, Mandiri dan Mandiri Syariah.

 

Kegiatan yang diikuti oleh 99 (Sembilan puluh Sembilan) orang peserta pelaku usaha yang terdiri dari 43 (Empat puluh tiga) orang dari Kecamatan Bungura  Timur, 5 (lima) orang dari Kecamatan Bunguran Timur Laut, 5 (lima) orang dari Kecamatan Bunguran Tengah, 5 (lima) orang dari Kecamatan Bunguran Selatan, 5 (lima) orang dari Kecamatan Bunguran Barat, 4 (empat) orang dari Kecamatan Bunguran Utara, 2 (dua) orang dari Kecamatan Pulau Tiga, 5 (lima) orang dari Kecamatan Midai, 4 (empat) orang dari Kecamatan Serasan, 5 (lima) orang dari Kecamatan Serasan Timur, 2 (dua) orang dari Kecamatan Subi,  2 (dua) orang dari Kecamatan Bunguran Batubi, 4 (empat) orang dari Kecamatan Pulau Tiga Barat, dan 4 (empat) orang dari Kecamatan Suak Midai.

 

Sebagai pembukaan Bupati Natuna yang dalam hal ini disampaikan oleh Plt. Asisten I Muhammad Amin, dan diakhir sambutan sebagai tanda dimulainya kegiatan secara simbolis ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Plt. Asisten 1 Muhammad Amin. Pemerintah Kabupaten Natuna yang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro dan Narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM.  Penyampaian Laporan Pelaksana langsung disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna Drs. H. Agus Supardi, M.Si sebagai penanggungjawab kegiatan. Sebagai laporan disampaikan maksud dilaksanakannya kegiatan Perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan masyarakat pelaku usaha dalam menyerap materi pelatihan yang diberikan dengan melalui ilmu teori terapan dan juga dengan dialog interaktif dengan tujuan sebagai tolok ukur pelaku usaha untuk kesiapan dalam persaingan usaha menghadapi tantangan era globalisasi dengan mengedepankan praktek nyata melalui berbagai pengalaman dan ilmu teoritis yang telah didapatkan selama ini . Selain disampaikan juga bahwa pelaksanaan kegiatan perluasan KUR (Kredit Usaha Rakyat) ini sangatlah penting artinya baik untuk para pelaku usaha menengah maupun kecil sebagai syarat utama dalam merintis awal mula kegiatan usahanya sehingga mampu menjadi usaha yang maju, berdaya saing, handal dan berwawasan, dalam amanatnya juga Agus Supardi mengajak semua pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dan diakhir laporan Beliau mengajak untuk bersama-sama bekerja secara maksimal demi menuju 3 (tiga) sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses penerapan dalam berusaha dan sukses dalam mencapai kunci keberhasilan menuju kesejahteraan ekonomi masyarakat. "Kebijakan pemerintah yang selama ini bersumber APBD diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan rakyat namun potensi lain melalui kerjasama investasi akses program yang mudah baik melalui apbd atau kerjasama lainnya, kemudahan akses tersebut diharapkan dapat berpengaruh baik terhadap pertumbuhan ekonomi, mewujudkan pelaku usaha yang memiliki peluang untuk terus berkembang".

REKAPITULASI DATA*