IKM Pangan IKM Sandang IKM Barang dari Kayu dan Furnitur IKM Aneka Kerajinan IKM Logam,Mesin, Elektronika dan Alat Angkut IKM Kimia dan Bahan Bangunan IKM Aneka Industri
IKM@News
Sabtu, 21 Maret 2020 05:20 WIB
Disperdagin gelar MTQ Expo sempena MTQ XIV Tingkat Kota Tanjungpinang

Beragam produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Tanjungpinang dapat dilihat pada stand bazar IKM yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang di Terminal Sei Carang, Km IX. Bazar yang digelar setiap tahun ini merupakan rangkaian kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XIV Tingkat Kota Tanjungpinang. Bazar yang dibuka langsung oleh Ketua PKK Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul pada Minggu, (8/3) didampingi oleh Walikota Tanjungpinang, Wakil Walikota, Sekda, Ketua DWP, Ketua LAM, Asisten I Pemprov Kepri, Kadisperdagin, Ahmad Yani, serta pimpinan FKPD dan OPD lainnya ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon ke udara.

Dalam sambutannya, Ibu Juwariyah Syahrul, menyampaikan harapannya agar momen MTQ ini, menjadi momen kebangkitan bersama, baik dalam kecintaan terhadap Al-Quran juga kebangkitan ekonomi umat. Melalui bazar ini, mudah-mudahan para pelaku usaha Industri Kecil dan Usaha Mikro yang terlibat mampu memanfaatkan sebagai ajang promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas. Pemberdayaan Masyarakat tidak hanya melalui pelatihan dan bimbingan lainnya, namun tak kalah penting adalah media dan sarana promosi dan penjualan yang harus diperhatikan.

Disela-sela mengunjungi stand-stand bazar, Kadis Perdagin Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani menyampaikan bahwa Event MTQ Expo ini digelar mulai dari tanggal 8 Maret sampai dengan 14 Maret kedepan. Event ini melibatkan 46 Stand terdiri dari Stand OPD, Organisasi Wanita, pelaku Industri Kecil dan Menengah, Perbankan, Kecamatan dan lain sebagainya. Disamping itu juga, ada area khusus untuk para pedagang kaki lima yang biasa berjualan disekitar Terminal Sei Carang. Masing-masing stand dari pelaku IKM diberikan fasilitas plang nama sebagai penanda nama usaha dan diberikan kebebasan mendekor stand bazar dengan semenarik mungkin. Beragam produk unggulan, mulai dari Kerajinan, Kaos Oleh-oleh, Tanjak, Makanan ringan hingga kopi rempah dapat kita nikmati semua di arena MTQ ini. Khusus stand bazar kecamatan akan dilombakan dan dinilai langsung oleh Panitia yang sudah ditunjuk dan akan diumumkan pada malam penutupan Sabtu (14/3) nanti. Setiap hari selama even bazar berlangsung, peserta bazar diwajibkan mengisi form transaksi penjualan yang terjadi selama bazar, untuk mengetahui langsung dampak positif nilai transaksi diselenggarakannya even bazar ini.

Even bazar seperti ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah melalui Disperdagin memberikan ruang dan wadah untuk mempromosikan langsung produk-produk yang sudah dihasilkan masyarakat kepada konsumen, lanjut dia.

Pada malam pembukaan acara MTQ XIV yang dibuka langsung oleh Walikota Tanjungpinang, H.Syahrul, S.Pd, juga menanggapi positif penyelenggaraan Bazar yang dijalankan sempena MTQ dalam sambutannya. Kandungan Al-Qur’an yang selama ini sebagian orang ketahui hanya tentang surga dan neraka, justru sebagian besar menceritakan tata cara kehidupan bersosial, ekonomi umat. Sudah seharusnya ekonomi umat bangkit dan berkembang. Oleh karenanya dia berpesan manfaatkanlah fasilitas yang sudah pemerintah berikan ini sebaik sebaik-baiknya. Mari kita bangun ekonomi umat untuk kesejahteraan bersama.

Perlu diketahui bersama pula, ini merupakan kali Keempat Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi penyelenggara Bazar yang bersempana pada penyelenggaraan MTQ Tingkat Kota Tanjungpinang.

IKM@News
Selasa, 31 Desember 2019 05:38 WIB
Produk Kerajinan Khas Kepri tidak kalah saing pada Pameran Bergensi INACRAFT 2019

    Event kerajinan terbesar menawarkan beragam produk kerajinan telah berlangsung di Jakarta Convention Center dari tanggal 24 hingga 28 April 2019. Ajang International Handicraft Trade Fair 2019 (INACRAFT) yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani istrinya Ibu Iriana membuka Pameran ini di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Rabu 24 April 2019. INACRAFT 2019 diikuti 1.700 peserta pameran yang terdiri dari 26% binaan dinas-dinas daerah, 9% dari kementrian/BUMN, dan sisanya 66% adalah peserta independen atau perseorangan ikut menyemarakkan pesta keberagaman produk kerajinan tangan. Selain itu, INACRAFT ke-21 untuk pertama kalinya dihadirkan paviliun Luar Negeri dari negara Maroko, Pakistan, Jepang, Hongkong, dan Polandia. Pameran kerajinan berskala internasional ini ditargetkan akan dihadiri oleh 1.000 buyer dari sekitar 60 negara.  "Setiap saya datang ke INACRAFT, saya melihat ajang pameran ini naik kelas dari tahun ke tahun dan kualitas produk semakin baik. Memang itu yang kita inginkan, agar produk kerajinan Indonesia naik produksinya, desainnya, daya saing dan terus naik pamor," ungkap Jokowi dalam pembukaan INACRAFT 2019, Rabu (24/4/2019) di JCC, Jakarta.

    Pada kali ini Provinsi Kepulauan Riau juga ikut berpartisipasi dalam event kerajinan berskala internasional ini.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau membawa beberapa Industri Kecil dan Menengah (IKM) unggulannya untuk dapat memamerkan produk kerajinan khas daerah.  Beberapa IKM yang turut serta antara lain Kerajinan Enceng gondok dari Kota Batam yang diprakarsai oleh Ibu Isna selaku pemilik dari kerajinan encang gondok tersebut.  Pada kesempatan kali ini Ibu Isna membawa produk-produk kerajinan unggulannya yaitu berupa tas etnik berbahan baku enceng gondok tentunya, selain itu beliau juga membawa keranjang-keranjang serbaguna dengan berbagai macam bentuk dan variasi.  Selain kerajinan enceng gondok ada juga kerajinan dari gongong dari Dekranasda Provinsi Kepri berupa aneka bunga gonggong dan juga cermin berbingkai gongong yang sangat elegan dan bernilai seni tinggi.  Kabupaten Bintan juga tidak kalah, mereka membawa produk kerajinan unggulan khas daerahnya yaitu kerajinan dari tulang ikan yang dijadikan berbagai bentuk kerajinan seperti kapal dari tulang ikan, motor dan vespa dari tulang ikan.  Abdul Samad sebagai pengrajin tulang ikan sangat bangga sekali karena dapat diberi kesempatan memamerkan produk kerajinan hasil karyanya dalam pameran kerajinan bergengsi ini.  Kerajinan tikar anyaman pandan dari Kabupaten Natuna dengan berbagai warna menarik juga ikut serta dalam event kali ini.  Tidak Lupa berbagai macam motif batik khas Kepulauan Riau dari tujuh Kabupaten/Kota juga dipajang di Stand Disperindag Kepulauan Riau sehingga membuat stand semakin menarik dipandang.

       Pengunjung Stand Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri kali ini cukup ramai tidak hanya turis domestic, para turis mancanegara juga cukup tertarik dengan berbagai kerajinan khas Kepri.  Kerajinan Khas Kepri dinilai sangat menarik dan etnic terutama bagi pengunjung dari luar negeri.  Mereka tidak hanya melihat-lihat saja, beberapa dari pengunjung juga berbelanja souvenir atau kerajinan khas kepri.  Karena keunikannya, kerajinan-kerajinan dari IKM khas kepri terjual cukup banyak, tidak hanya itu bahkan beberapa investor juga berminat untuk bekerjasama.  Pada event Inacraft tahun ini produk IKM Kerajinan Khas Kepri tidak kalah menarik dengan produk-produk provinsi lain ataupun produk dari negara lain.

IKM@News
Jum'at, 20 Desember 2019 04:06 WIB
Menambah Khazanah motif batik, Pemko Tanjungpinang melaunching Batik Gurindam Pusaka

Dekranasda bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, menutup akhir tahun 2019 dengan melaunching 12 motif batik yang dinamai Batik Gurindam Pusaka. Dalam rangkaian kegiatan Tanjungpinang Batik Fest yang dilaksanakan pada 13 sampai dengan 14 Desember 2019 di pelataran Gedung Gonggong, turut juga dilaksanakan beberapa kegitan diantaranya, Dekranasda Expo yang diikuti oleh 25 pelaku usaha IKM baik kerajinan dan pangan, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD dan TK, Lomba melukis batik totebag tingkat SMP se Kota Tanjungpinang, Lomba Cinderamata dan souvenir khas Kota Tanjungpinang yang diikuti oleh 30 produk-produk menarik dan unik, lomba kreasi fashion busana batik tingkat TK, SD, SMP dan Aparatur Sipil Negara (ASN) se Kota Tanjungpinang, lomba joget dangkong tingkat TK/PAUD serta penadatangan MoU pembinaan Dekranasda dengan SLB Negeri 1 Tanjungpinang.

Dalam sambutannya pada malam launching sekaligus menutup acara, Ketua Dekranasda, Juwariyah Syahrul, menyampaikan alasan penamaan Gurindam Pusaka yakni karena 12 motif yang telah dirumuskan diambil dari 12 pasal gurindam dua belas.  adapun proses pemilihan motif ini, melibatkan stakeholder terkait diantaranya, Lam, Dewan Kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, praktisi batik, dan Dekranasda sendiri. Tentu kami akan menerima masukan-masukan guna penyempurnaan kedepan dan berharap ke 12 motif ini dapat menjadi ragam pilihan motif batik yang sudah ada seperti motif gonggong, motif kemunting dan lain sebagainya. Ada harapan yang kami cita-citakan ketika ragam batik Kota Tanjungpinang semakin beraneka corak ini. Mudah-mudahan busana batik yang digunakan di instansi-instansi baik swasta terlebih di lingkungan pemerintah Kota Tanjungpinang, merupakan batik asli Kota Tanjungpinang. Ada kebanggaaan dan kebahagiaan bagi kami ketika hasil karya para perajin lokal tentunya dengan standar kualitas yang akan terkontrol, menjadi pilihan utama dalam berbusana. Pastikan kita menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan ini.

            Dia juga berharap melalui penyelenggaraan even ini, menjadi media dan wadah berkreasi seluas-luasnya bagi insan-insan kreatif,  dan menjadi momentum bagaimana kita mencintai batik sebagai produk asli dalam negeri dan merasa bangga menggunakannya dalam keseharian kita. Bukan menunggu orang lain, tapi kitalah yang harus memulai dari diri sendiri, mari tanamkan rasa cinta akan produk lokal guna mendukung ekonomi kerakyatan negeri sendiri.

H. Syahrul, Walikota Tanjungpinang, dalam sambutannya turut menyampaikan  bahwa Kota Tanjungpinang yang sama-sama kita ketahui sebagai pusat ibu kota Provinsi Kepulauan Riau serta letak geografisnya yang sangat strategis dengan negara-negara tetangga, mempunyai nilai jual dan nilai tambah yang sangat potensial untuk terus digali. Tentu kita semua berharap strategisnya peluang ini dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi khususnya yang berbasis kerakyatan. Mengulas ekonomi kerakyatan tentu tidak terlepas dari peran usaha kecil menengah maupun industri kecil menengah yang merupakan pondasi dasar perekonomian bangsa ini.

IKM@News
Jum'at, 20 Desember 2019 04:04 WIB
IKM Pangan Kota Tanjungpinang mendapat bantuan sertifikasi halal
REKAPITULASI DATA*