.:IKM DISPERINDAG PROPINSI KEPULAUAN RIAUc:.

berita terbaru

Disperdagin gelar MTQ Expo sempena MTQ XIV Tingkat Kota Tanjungpinang
IKM@News Sat, 21 March 2020 05:20

Beragam produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Tanjungpinang dapat dilihat pada stand bazar IKM yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang di Terminal Sei Carang, Km IX. Bazar yang digelar setiap tahun ini merupakan rangkaian kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XIV Tingkat Kota Tanjungpinang. Bazar yang dibuka langsung oleh Ketua PKK Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul pada Minggu, (8/3) didampingi oleh Walikota Tanjungpinang, Wakil Walikota, Sekda, Ketua DWP, Ketua LAM, Asisten I Pemprov Kepri, Kadisperdagin, Ahmad Yani, serta pimpinan FKPD dan OPD lainnya ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon ke udara. Dalam sambutannya, Ibu Juwariyah Syahrul, menyampaikan harapannya agar momen MTQ ini, menjadi momen kebangkitan bersama, baik dalam kecintaan terhadap Al-Quran juga kebangkitan ekonomi umat. Melalui bazar ini, mudah-mudahan para pelaku usaha Industri Kecil dan Usaha Mikro yang terlibat mampu memanfaatkan sebagai ajang promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas. Pemberdayaan Masyarakat tidak hanya melalui pelatihan dan bimbingan lainnya, namun tak kalah penting adalah media dan sarana promosi dan penjualan yang harus diperhatikan. Disela-sela mengunjungi stand-stand bazar, Kadis Perdagin Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani menyampaikan bahwa Event MTQ Expo ini digelar mulai dari tanggal 8 Maret sampai dengan 14 Maret kedepan. Event ini melibatkan 46 Stand terdiri dari Stand OPD, Organisasi Wanita, pelaku Industri Kecil dan Menengah, Perbankan, Kecamatan dan lain sebagainya. Disamping itu juga, ada area khusus untuk para pedagang kaki lima yang biasa berjualan disekitar Terminal Sei Carang. Masing-masing stand dari pelaku IKM diberikan fasilitas plang nama sebagai penanda nama usaha dan diberikan kebebasan mendekor stand bazar dengan semenarik mungkin. Beragam produk unggulan, mulai dari Kerajinan, Kaos Oleh-oleh, Tanjak, Makanan ringan hingga kopi rempah dapat kita nikmati semua di arena MTQ ini. Khusus stand bazar kecamatan akan dilombakan dan dinilai langsung oleh Panitia yang sudah ditunjuk dan akan diumumkan pada malam penutupan Sabtu (14/3) nanti. Setiap hari selama even bazar berlangsung, peserta bazar diwajibkan mengisi form transaksi penjualan yang terjadi selama bazar, untuk mengetahui langsung dampak positif nilai transaksi diselenggarakannya even bazar ini. Even bazar seperti ini merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah melalui Disperdagin memberikan ruang dan wadah untuk mempromosikan langsung produk-produk yang sudah dihasilkan masyarakat kepada konsumen, lanjut dia. Pada malam pembukaan acara MTQ XIV yang dibuka langsung oleh Walikota Tanjungpinang, H.Syahrul, S.Pd, juga menanggapi positif penyelenggaraan Bazar yang dijalankan sempena MTQ dalam sambutannya. Kandungan Al-Qur’an yang selama ini sebagian orang ketahui hanya tentang surga dan neraka, justru sebagian besar menceritakan tata cara kehidupan bersosial, ekonomi umat. Sudah seharusnya ekonomi umat bangkit dan berkembang. Oleh karenanya dia berpesan manfaatkanlah fasilitas yang sudah pemerintah berikan ini sebaik sebaik-baiknya. Mari kita bangun ekonomi umat untuk kesejahteraan bersama. Perlu diketahui bersama pula, ini merupakan kali Keempat Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi penyelenggara Bazar yang bersempana pada penyelenggaraan MTQ Tingkat Kota Tanjungpinang.

Produk Kerajinan Khas Kepri tidak kalah saing pada Pameran Bergensi INACRAFT 2019
IKM@News Tue, 31 December 2019 05:38

    Event kerajinan terbesar menawarkan beragam produk kerajinan telah berlangsung di Jakarta Convention Center dari tanggal 24 hingga 28 April 2019. Ajang International Handicraft Trade Fair 2019 (INACRAFT) yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani istrinya Ibu Iriana membuka Pameran ini di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Rabu 24 April 2019. INACRAFT 2019 diikuti 1.700 peserta pameran yang terdiri dari 26% binaan dinas-dinas daerah, 9% dari kementrian/BUMN, dan sisanya 66% adalah peserta independen atau perseorangan ikut menyemarakkan pesta keberagaman produk kerajinan tangan. Selain itu, INACRAFT ke-21 untuk pertama kalinya dihadirkan paviliun Luar Negeri dari negara Maroko, Pakistan, Jepang, Hongkong, dan Polandia. Pameran kerajinan berskala internasional ini ditargetkan akan dihadiri oleh 1.000 buyer dari sekitar 60 negara.  "Setiap saya datang ke INACRAFT, saya melihat ajang pameran ini naik kelas dari tahun ke tahun dan kualitas produk semakin baik. Memang itu yang kita inginkan, agar produk kerajinan Indonesia naik produksinya, desainnya, daya saing dan terus naik pamor," ungkap Jokowi dalam pembukaan INACRAFT 2019, Rabu (24/4/2019) di JCC, Jakarta.     Pada kali ini Provinsi Kepulauan Riau juga ikut berpartisipasi dalam event kerajinan berskala internasional ini.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau membawa beberapa Industri Kecil dan Menengah (IKM) unggulannya untuk dapat memamerkan produk kerajinan khas daerah.  Beberapa IKM yang turut serta antara lain Kerajinan Enceng gondok dari Kota Batam yang diprakarsai oleh Ibu Isna selaku pemilik dari kerajinan encang gondok tersebut.  Pada kesempatan kali ini Ibu Isna membawa produk-produk kerajinan unggulannya yaitu berupa tas etnik berbahan baku enceng gondok tentunya, selain itu beliau juga membawa keranjang-keranjang serbaguna dengan berbagai macam bentuk dan variasi.  Selain kerajinan enceng gondok ada juga kerajinan dari gongong dari Dekranasda Provinsi Kepri berupa aneka bunga gonggong dan juga cermin berbingkai gongong yang sangat elegan dan bernilai seni tinggi.  Kabupaten Bintan juga tidak kalah, mereka membawa produk kerajinan unggulan khas daerahnya yaitu kerajinan dari tulang ikan yang dijadikan berbagai bentuk kerajinan seperti kapal dari tulang ikan, motor dan vespa dari tulang ikan.  Abdul Samad sebagai pengrajin tulang ikan sangat bangga sekali karena dapat diberi kesempatan memamerkan produk kerajinan hasil karyanya dalam pameran kerajinan bergengsi ini.  Kerajinan tikar anyaman pandan dari Kabupaten Natuna dengan berbagai warna menarik juga ikut serta dalam event kali ini.  Tidak Lupa berbagai macam motif batik khas Kepulauan Riau dari tujuh Kabupaten/Kota juga dipajang di Stand Disperindag Kepulauan Riau sehingga membuat stand semakin menarik dipandang.        Pengunjung Stand Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri kali ini cukup ramai tidak hanya turis domestic, para turis mancanegara juga cukup tertarik dengan berbagai kerajinan khas Kepri.  Kerajinan Khas Kepri dinilai sangat menarik dan etnic terutama bagi pengunjung dari luar negeri.  Mereka tidak hanya melihat-lihat saja, beberapa dari pengunjung juga berbelanja souvenir atau kerajinan khas kepri.  Karena keunikannya, kerajinan-kerajinan dari IKM khas kepri terjual cukup banyak, tidak hanya itu bahkan beberapa investor juga berminat untuk bekerjasama.  Pada event Inacraft tahun ini produk IKM Kerajinan Khas Kepri tidak kalah menarik dengan produk-produk provinsi lain ataupun produk dari negara lain.

Menambah Khazanah motif batik, Pemko Tanjungpinang melaunching Batik Gurindam Pusaka
IKM@News Fri, 20 December 2019 04:06

Dekranasda bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, menutup akhir tahun 2019 dengan melaunching 12 motif batik yang dinamai Batik Gurindam Pusaka. Dalam rangkaian kegiatan Tanjungpinang Batik Fest yang dilaksanakan pada 13 sampai dengan 14 Desember 2019 di pelataran Gedung Gonggong, turut juga dilaksanakan beberapa kegitan diantaranya, Dekranasda Expo yang diikuti oleh 25 pelaku usaha IKM baik kerajinan dan pangan, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD dan TK, Lomba melukis batik totebag tingkat SMP se Kota Tanjungpinang, Lomba Cinderamata dan souvenir khas Kota Tanjungpinang yang diikuti oleh 30 produk-produk menarik dan unik, lomba kreasi fashion busana batik tingkat TK, SD, SMP dan Aparatur Sipil Negara (ASN) se Kota Tanjungpinang, lomba joget dangkong tingkat TK/PAUD serta penadatangan MoU pembinaan Dekranasda dengan SLB Negeri 1 Tanjungpinang. Dalam sambutannya pada malam launching sekaligus menutup acara, Ketua Dekranasda, Juwariyah Syahrul, menyampaikan alasan penamaan Gurindam Pusaka yakni karena 12 motif yang telah dirumuskan diambil dari 12 pasal gurindam dua belas.  adapun proses pemilihan motif ini, melibatkan stakeholder terkait diantaranya, Lam, Dewan Kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, praktisi batik, dan Dekranasda sendiri. Tentu kami akan menerima masukan-masukan guna penyempurnaan kedepan dan berharap ke 12 motif ini dapat menjadi ragam pilihan motif batik yang sudah ada seperti motif gonggong, motif kemunting dan lain sebagainya. Ada harapan yang kami cita-citakan ketika ragam batik Kota Tanjungpinang semakin beraneka corak ini. Mudah-mudahan busana batik yang digunakan di instansi-instansi baik swasta terlebih di lingkungan pemerintah Kota Tanjungpinang, merupakan batik asli Kota Tanjungpinang. Ada kebanggaaan dan kebahagiaan bagi kami ketika hasil karya para perajin lokal tentunya dengan standar kualitas yang akan terkontrol, menjadi pilihan utama dalam berbusana. Pastikan kita menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan ini.             Dia juga berharap melalui penyelenggaraan even ini, menjadi media dan wadah berkreasi seluas-luasnya bagi insan-insan kreatif,  dan menjadi momentum bagaimana kita mencintai batik sebagai produk asli dalam negeri dan merasa bangga menggunakannya dalam keseharian kita. Bukan menunggu orang lain, tapi kitalah yang harus memulai dari diri sendiri, mari tanamkan rasa cinta akan produk lokal guna mendukung ekonomi kerakyatan negeri sendiri. H. Syahrul, Walikota Tanjungpinang, dalam sambutannya turut menyampaikan  bahwa Kota Tanjungpinang yang sama-sama kita ketahui sebagai pusat ibu kota Provinsi Kepulauan Riau serta letak geografisnya yang sangat strategis dengan negara-negara tetangga, mempunyai nilai jual dan nilai tambah yang sangat potensial untuk terus digali. Tentu kita semua berharap strategisnya peluang ini dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi khususnya yang berbasis kerakyatan. Mengulas ekonomi kerakyatan tentu tidak terlepas dari peran usaha kecil menengah maupun industri kecil menengah yang merupakan pondasi dasar perekonomian bangsa ini.

Disperdagin dan Dekranasda Kembangkan Batik dan Rajutan ke Bandung
IKM@News Fri, 20 December 2019 04:01

Tanjungpinang yang terus berkembang menunjukkan keseriusannya mengembangkan ragam potensi ekonomi kerakyatan yang ada, diantaranya batik dan rajutan. Perlahan namun pasti, tumbuh industri kecil dibidang batik dan rajut yang ada di Kota Tanjungpinang. Melihat potensi tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang langsung menyusun program kerja dan strategi pengembangan di Kota Tanjungpinang. Hal ini terlihat dengan diadakannya kegiatan pengembangan dan pembelajaran membatik dan merajut di rumah tahanan kelas I Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Guna menambah referensi pengembangan kedepannya, maka beberapa pengurus Dekranasda bersama Kepala Disperdagin dan Ketua Umum Dekranasda melakukan pengembangan wawasan “lateral thinking” ke Dekranasda Kota Bandung pada tanggal 4 s.d 6 Desember lalu. Kota Bandung sendiri dinilai berhasil membina kedua komoditi tersebut, diantaranya memiliki sentra rajutan di daerah Binong Jati dan unit pembuatan batik yang berhasil di daerah cigadung, Kota Bandung. Hj. Yunimar Yana Mulyana, wakil ketua Dekranasda Kota Bandung menyambut hangat kedatangan rombongan Dekranasda Kota Tanjungpinang sebagai bentuk silaturahmi dan kolaborasi sesama organisasi Pembina kerajinan. Didalam sela-sela sambutan, dia menyampaikan rasa terimakasih telah menjadi referensi untuk dikunjungi dan dijadikan media pembelajaran bersama. Dia berharap Dekranasda Tanjungpinang dapat memperoleh wawasan sesuai yang dikehendaki yakni bagaimana pengembangan batik dan seni rajutan di Kota Bandung. Ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dapat diterima dan dijamu dengan baik. Adapun maksud dan tujuannya mengunjungi Kota Bandung tak lain dan tak bukan, Bandung memiliki beberapa kawasan pengolahan kerajinan yang berhasil. Selain itu juga dia ingin belajar bagaimana strategi dan program kerja Dekranasda Kota Bandung dalam membina perajin yang ada. Pada saat melakukan kunjungan ke sentra rajutan binong jati, Juwariyah juga terkesan akan penggunaan teknologi yang sudah sangat masif, sehingga semua perajin disana mampu memproduksi busana fashion yang sering kita temui dipasaran. Bahkan melalui daerah ini, produk rajutan dikirim hamper keseluruh wilayah Indonesia melalui pemasaran online yang ada. Dekranasda Kota Tanjungpinang, yang pada tahun ini akan melaunching beberapa motif batik khas, juga menjadikan kesempatan kunjungan ke Bandung, untuk belajar di Batik Komar. Pak Komar selaku pemilik menyambut langsung kedatangan rombongan dengan hangat dan ramah. Terlebih antusiasnya menjelaskan sejarah batik Komar dan macam ragam program pengembangan batik yang sudah dilakukannya. Dia berharap Kota Tanjungpinang juga harus percaya diri memiliki industri batik yang besar, apalagi memiliki bonus geografis yang berdekatan langsung dengan Negara-negara tetangga, Malaysia dan Singapura.  

HUT Otonom ke 18, Pemko Tanjungpinang menyerahkan bantuan timbangan digital kepada IKM Pangan
IKM@News Tue, 17 December 2019 07:51

Pada akhir tahun 2018 lalu, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian mendapat apreasiasi atas prestasi ditetapkannya sebagai Daerah Tertib Ukur oleh Kementerian Perdagangan RI. Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita kepada Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd. Atas prestasi itu, Tanjungpinang digelontorkan bantuan alat ukur berupa timbangan digital sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar serius mengurusi dan memperhatikan masalah tertib ukur ini. Bersempena Hari Ulang Tahun Kota Otonom Kota Tanjungpinang ke 18 pada tanggal 17 Oktober 2019 ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang memanfaatkan momen spesial hari jadi kota untuk menyerahkan langsung secara simbolis kepada pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) khususnya dibidang pangan yang sudah diverifikasi dalam proses produksinya menggunakan timbangan. Ada 100 pelaku usaha IKM binaan Disperdagin yang mendapatkan bantuan timbangan digital ini. Menurut Kadis Perdagin, Ahmad Yani, bantuan ini bertujuan untuk mewujudkan konsistensi sebagai daerah tertib ukur yang diimplementasikan sektor usaha baik perdagangan dan perindustrian. Dengan diberikan timbangan digital ini, diharapkan pelaku usaha IKM mampu memproduksi produk yang berkualitas dan konsisten dengan ukuran timbangan yang baik dan benar, lanjutnya. Bantuan juga tidak serta merta diserahkan begitu saja, namun pelaku usaha IKM harus membuat surat pernyataan siap dan bersedia melakukan tera ulang timbangan yang sudah diberikan tersebut. Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, yang setelah upacara langsung menyerahkan bantuan timbangan tersebut menyampaikan harapan agar bantuan ini bermanfaat untuk menunjang kapasitas, produktifitas dan kualitas produksi serta keakuratan dalam proses timbang menimbang lebih terjaga. Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sejak tahun 2017, sudah mendapat kewenangan melakukan pembinaan dan pengawasan tertib ukur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal.

Makanan Khas Melayu tersaji di Festival Kampong Kite
IKM@News Thu, 28 November 2019 08:00

Ragam rasa dan bentuk makanan khas melayu tersaji dalam gelaran Festival Kampong Kite tahun 2019. Festival yang kali pertama digelar oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi daya tarik sendiri bagi warga Kota Tanjungpinang. Festival Kampong Kite dilaksanakan dari tanggal 21 s.d 23 November 2019 bertempat di Lapangan Pamedan berlangsung sangat meriah dan semarak. Festival yang dilaksanakan sebagai wadah bagi pelaku usaha IKM/ komunitas dan kelompok usaha menampilkan khazanah masakan melayu yang ada di Kota Tanjungpinang. Terdapat 25 pelaku usaha yang mengikuti bazar selama 3 hari tersebut. Selain menyuguhkan ragam masakan melayu, Festival Kampong Kite juga memberikan kesempatan band-band kampus menyuguhkan penampilan musik untuk menghibur masyarakat. Ahmad yani, selaku kepala dinas perdagangan dan perindustrian dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini antara lain mempromosikan industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang kuliner melayu, sebagai usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam bidang kuliner, mengenalkan kuliner melayu kepada masyarakat kota tanjungpinang, membina talenta muda kota tanjungpinang dalam musikalitas melayu. Adapun unsur kepesertaan bazar diantaranya unsur kekerabatan daerah terdiri dari 5 stand, unsur perguruan tinggi 2 stand, organisasi kewanitaan 1 stand, perkumpulan pengusaha kuliner terdiri dari 8 stand, komunitas/ gabungan pedagang kue tradisional 4 stand, industri kecil menengah perwakilan kelurahan 5 stand. Dia berpesan kepada seluruh peserta memanfaatkan momen baik ini menjadi ajang berkreasi menyuguhkan masakan-masakan melayu. Kemudian dalam sambutannya, Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, menyampaikan even Festival Kampong Kite merupakan upaya mengkombinasikan antara pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan penguatan tradisi, khususnya usaha dibidang kuliner tradisional melayu. Kita harus saling menguatkan menjadikan kuliner khas melayu ini sebagai alternatif yang disodorkan dalam kegiatan-kegiatan atau sebagai oleh-oleh dari kampong kite. Tak lain dan tak agar potensi kuliner daerah kita dapat berkesinambungan ditingkatkan, baik dari sisi produsen maupun kesadaran kita sebagai konsumen. Jadikan momen ini sebagai sarana mengenalkan kepada masyarakat luas, dengan menghubungkan konsumen pada laman penjualan online usaha kita. Peran media sosial dan penjualan online sebagai sarana promosi dan transaksi harus diperhatikan bagaiman bisa menarik dan sekreatif mungkin. Lanjutnya, pada kesempatan ini, dia berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia bergabung ikut mensukseskan kegiatan ini dan semua kalangan yang terlibat secara aktif, baik dari IKM tingkat kelurahan, ikatan kekerabatan daerah-daerah, komunitas atau perkumpulan penggiat kuliner serta partisipasi grup musik lokal dari perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang. Pagelaran even penjualan dan promosi kuliner selama 3 hari ini, mampu meraih omset penjualan sebesar seratus dua puluh juta an rupiah. Diakhir acara, juga dipih 3 besar stand terbaik yang terdiri dari aspek penjualan, keindahan stand dan ragam makanan khas melayu yang ditampilkan. Dipenghujung acara juga, masyarakat Kota Tanjungpinang dihibur oleh artis ibu kota Lia Callia.

Produk Unggulan dipasarkan dalam semarak Dragon Boat Race di Sei Carang
IKM@News Thu, 28 November 2019 06:26

Event Tahunan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Tanjungpinang International Dragon Boat Race (TIDBR) 2019 yang dilaksanakan di Sei Carang dimulai sejak 25 Oktober sampai dengan 27 Oktober, tidak hanya menampilkan sepak terjang para atlet-atlet dayung baik tingkat nasional maupun internasional, namun juga menampilkan sisi keragaman ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Dalam kesempatan mempromosikan dan upaya memasarkan produk-produk unggulan yang dihasilkan industri kecil dan menengah Kota Tanjungpinang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Tanjungpinang memfasilitasi stand bazar pada event tersebut. Event Bazar  TIDBR tersebut dipandang memiliki potensi dikunjungi oleh pengunjung yang tidak hanya lokal, namun tamu luar daerah dan mancanegara yang secara tidak langsung menjadi peserta lomba dayung tersebut. Hal itulah yang mendasari Disperdagin dan Dekranasda mengupayakan memberikan wadah promosi kepada pelaku IKM di Kota Tanjungpinang. Beragam produk unggulan yang ditampilkan diantaranya batik gonggong, tanjak, songkok, kerajinan limbah plastik, miniatur kapal, tas rajut yang dihasilkan warga binaan rutan kelas I Tanjungpinang, kaos kacel, olahan limbah kayu pallet, gantungan kunci gonggong. Yang lebih berkesan pengujung stand disuguhkan dan diberi kesempatan untuk belajar mencanting batik tulis yang dipandu langsung oleh adik-adik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang. Juwariyah Syahrul, selaku ketua Dekranasda Tanjungpinang, merasa senang bisa berkolaborasi dan bersinergi bersama anak-anak luar yang luar biasa dari SLB karena mampu mencontohkan semangat entrepreneurship/ kewirausahaan sejak dini tanpa ada rasa canggung dan merasa kekurangan. Banyak diantara pengunjung yang turut mencoba belajar cara proses mencanting batik. Ahmad Yani, Kepala Dinas Perdagin dalam sela-sela peninjauan stand, menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada pelaku IKM dengan diberi wadah promosi seluas-luasnya kepada para pengunjung bahkan peserta TIDBR yang ikut berpartisipasi. Tidak menutup kemungkinan ada peluang produk-produk unggulan kita dibeli oleh peserta dari mancanegara yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Produk Industri Kreatif dipamerkan pada even Festival Samudera Aksara
IKM@News Tue, 26 November 2019 08:54

Kali pertama Kota Tanjungpinang dipilih dan dipercaya oleh Badan Ekonomi Kreatif RI menyelenggarakan program IKKON (Inovasi dan Kreatif untuk Kolaborasi Nasional). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang memang menaungi bidang Ekonomi Kreatif, menjadi leading pelakanaan program baru Bekraf RI tersebut. Melalui program IKKON, pemerintah pusat melalui Bekraf mengirimkan tenaga-tenaga ahli dari 16 sub sektor ekonomi kreatif. Dari rangkaian kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilaksanakan, puncaknya adalah diselenggarakannya Pekan Aksi Ekonomi Kreatif, sebuah even pameran produk-produk unggulan yang sudah diciptakan bersama para kolaborator pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Pekan Aksi Ekonomi Kreatif dengan tema Festival Samudera Aksara dilaksanakan pada tanggal 8 s.d 10 November 2019 di pelataran Gedung Gonggong. Turut serta ambil bagian, Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang memberikan wadah promosi kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kota Tanjungpinang. Beragam produk unggulan yang ditampilkan diantaranya batik gonggong, tanjak, songkok, kerajinan limbah plastik, miniatur kapal, tas rajut yang dihasilkan warga binaan rutan kelas I Tanjungpinang, kaos kacel, olahan limbah kayu pallet, gantungan kunci gonggong. Dan sudah menjadi bagian kerjasama Dekranasda dan SLB, pengujung stand disuguhkan dan diberi kesempatan untuk belajar mencanting batik tulis yang dipandu langsung oleh adik-adik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang. Ketua Dekranasda Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul, menilai even-even bazar seperti ini perlu untuk terus dilaksanakan agar para pelaku usaha kreatif diberikan kesempatan menunjukkan dan memamerkan hasil karya mereka. Dia merasa senang bisa berkolaborasi dan bersinergi bersama anak-anak luar yang luar biasa dari SLB karena mampu mencontohkan semangat entrepreneurship/ kewirausahaan sejak dini tanpa ada rasa canggung dan merasa kekurangan. Banyak diantara pengunjung yang turut mencoba belajar cara proses mencanting batik. Kepala bidang perindustrian, Syarifah Zairina, yang turut mendampingi Ketua Dekranasda dalam sesi mengunjungi stand-stand pameran, mengutarakan bahwa pelaku industri kecil dan menengah yang ada di Kota Tanjungpinang cukup beragam dan kaya akan kreatifitas. Kalo bukan kita yang menggunakan dan bangga menggunakan produk-produk lokal buatan IKM kita, maka siapa lagi yang akan bangga dan membeli. Produk IKM Tanjungpinang tak kalah bagus dan berkualitas serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan dipromosikan dalam even-even promosi ditingkat yang lebih tinggi.

Pelaku Usaha IKM dibekali Ilmu Achievement Motivation Training (AMT)
IKM@News Thu, 26 September 2019 09:22

Dalam rangka membentuk mentalitas pelaku usaha indusrtri kecil dan menengah (IKM) Kota Tanjungpinang yang berkarakter, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyenggarakan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT), yakni sebuah pelatihan yang mendorong IKM termotivasi untuk berprestasi. Survei baik formal dan nonformal berbagai lembaga terhadap indeks perekonomian daerah dalam hal ini berkaitan dengan ekonomi kerakyatan menunjukkan hasil yang perlu diperhatikan lebih jauh. Adanya pelemahan daya beli masyarakat tentu tidak bisa dipungkiri terjadi di tengah-tengah kita. Tidak sedikit dunia usaha mengeluh dan mengalami kemunduran yang signifikan bahkan sampai mengalami pailit. Hal tersebut menjadi konsentrasi pemerintah dalam hal ini pemangku kepentingan pada bidang perdagangan dan perindustrian, bagaimana terus hadir membina dan merangkul pelaku usaha IKM agar tetap tangguh dan mandiri. Tentunya selain pembinaan terkait peningkatan kualitas produk, pelaku usaha IKM penting diberi ilmu pengetahuan karakter sebagai pondasi awal mengembangkan dan membangun usaha. Dalam sambutan pada pembukaan acara AMT (23/9) di Aula Kantor Disperdagin, Kepala Disperdagin, Ahmad Yani mengatakan bahwasanya kegiatan pelatihan AMT ini akan dilaksanakan selama 4 hari sampai dengan tanggal 26 September 2019. ia melanjutkan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut, penyelenggara bekerjamasa dengan Lembaga Pengembangan UMKM Provinsi Riau. Lebih dalam ia menjelaskan, untuk mengembangkan usaha tidak hanya diperlukan keterampilan yang baik namun juga harus didukung oleh karakter kepribadian yang baik pula. Kedua hal tersebut tidak bisa dilepaskan terpisah, melainkan wajib menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan karakter kepribadian pelaku usaha IKM yang baik, maka akan menjadi kekuatan internal dalam hal pengembangan bisnis. Berbicara karakter, hal ini berkenaan dengan integritas, komitmen, dan kejujuran seorang pelaku usaha. Pelaku usaha IKM tidak mungkin dapat berkembang secara individual, melainkan akan banyak relasi/ hubungan yang perlu dipelihara baik. Itu semua akan terjaga jika karakter seorang pelaku usaha IKM baik.  Pada pelaksanaan kegiatan AMT kali ini, diikuti peserta pelaku usaha IKM sebanyak 30 orang. Pada akhirnya hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain, terjadinya perubahan pola pikir (mindset) dari pada peserta ke arah yang lebih baik, terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku dalam bekerja/ berusaha ke arah yang lebih baik dari pada semula (bekerja berprestasi), timbulnya sikap dan perilaku inovatif, kreatif, proaktif dan responsive, timbulnya rasa tanggung jawab secara pribadi dalam bekerja/ berusaha, membangun sikap dinamis dalam bekerja dan mudah diajak bekerjasama dalam kelompok, bertindak dan bekerja pada batas kemampuan, serta timbulnya keberanian dalam mengambil keputusan setelah melakukan pertimbangan yang matang.

foto dan video

REKAPITULASI DATA*