IKM Pangan IKM Sandang IKM Barang dari Kayu dan Furnitur IKM Aneka Kerajinan IKM Logam,Mesin, Elektronika dan Alat Angkut IKM Kimia dan Bahan Bangunan IKM Aneka Industri
IKM@News
Kamis, 26 September 2019 09:22 WIB
Pelaku Usaha IKM dibekali Ilmu Achievement Motivation Training (AMT)

Dalam rangka membentuk mentalitas pelaku usaha indusrtri kecil dan menengah (IKM) Kota Tanjungpinang yang berkarakter, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyenggarakan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT), yakni sebuah pelatihan yang mendorong IKM termotivasi untuk berprestasi. Survei baik formal dan nonformal berbagai lembaga terhadap indeks perekonomian daerah dalam hal ini berkaitan dengan ekonomi kerakyatan menunjukkan hasil yang perlu diperhatikan lebih jauh. Adanya pelemahan daya beli masyarakat tentu tidak bisa dipungkiri terjadi di tengah-tengah kita. Tidak sedikit dunia usaha mengeluh dan mengalami kemunduran yang signifikan bahkan sampai mengalami pailit. Hal tersebut menjadi konsentrasi pemerintah dalam hal ini pemangku kepentingan pada bidang perdagangan dan perindustrian, bagaimana terus hadir membina dan merangkul pelaku usaha IKM agar tetap tangguh dan mandiri. Tentunya selain pembinaan terkait peningkatan kualitas produk, pelaku usaha IKM penting diberi ilmu pengetahuan karakter sebagai pondasi awal mengembangkan dan membangun usaha.

Dalam sambutan pada pembukaan acara AMT (23/9) di Aula Kantor Disperdagin, Kepala Disperdagin, Ahmad Yani mengatakan bahwasanya kegiatan pelatihan AMT ini akan dilaksanakan selama 4 hari sampai dengan tanggal 26 September 2019. ia melanjutkan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut, penyelenggara bekerjamasa dengan Lembaga Pengembangan UMKM Provinsi Riau. Lebih dalam ia menjelaskan, untuk mengembangkan usaha tidak hanya diperlukan keterampilan yang baik namun juga harus didukung oleh karakter kepribadian yang baik pula. Kedua hal tersebut tidak bisa dilepaskan terpisah, melainkan wajib menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan karakter kepribadian pelaku usaha IKM yang baik, maka akan menjadi kekuatan internal dalam hal pengembangan bisnis. Berbicara karakter, hal ini berkenaan dengan integritas, komitmen, dan kejujuran seorang pelaku usaha. Pelaku usaha IKM tidak mungkin dapat berkembang secara individual, melainkan akan banyak relasi/ hubungan yang perlu dipelihara baik. Itu semua akan terjaga jika karakter seorang pelaku usaha IKM baik.  Pada pelaksanaan kegiatan AMT kali ini, diikuti peserta pelaku usaha IKM sebanyak 30 orang.

Pada akhirnya hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain, terjadinya perubahan pola pikir (mindset) dari pada peserta ke arah yang lebih baik, terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku dalam bekerja/ berusaha ke arah yang lebih baik dari pada semula (bekerja berprestasi), timbulnya sikap dan perilaku inovatif, kreatif, proaktif dan responsive, timbulnya rasa tanggung jawab secara pribadi dalam bekerja/ berusaha, membangun sikap dinamis dalam bekerja dan mudah diajak bekerjasama dalam kelompok, bertindak dan bekerja pada batas kemampuan, serta timbulnya keberanian dalam mengambil keputusan setelah melakukan pertimbangan yang matang.

IKM@News
Rabu, 25 September 2019 11:14 WIB
Disperdagin Belajar Kelola Workshop Industri ke Yogyakarta

Sebagai upaya serius pemerintah Kota Tanjungpinang dalam membina pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu berkembang dan mandiri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyediakan wadah berupa Workshop Industri. Wadah ini merupakan tempat IKM dapat berkonsultasi, meminta solusi dalam mengembangkan produk yang dihasilkan. Diakui oleh Kepala  Bidang Perindustrian, Syarifah Zairina, bahwa tata kelola workshop industri belum berjalan maksimal dan memenuhi kriteria sebuah workshop yang ideal. Ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi dan diperbaiki. Melalui pengembangan wawasan ke tempat lain yang berkaitan dengan workshop industry menjadi salah satu upaya agar Sumber Daya Manusia yang akan mengurusi workshop kaya akan referensi pengembangan workshop industri menjadi tempat yang ideal dan nyaman bagi IKM untuk melakukan konsultasi dan proses pembinaan.

Provinsi D.I Yogyakarta menjadi salah satu tujuan Disperdagin untuk mengunjungi beberapa tempat yang representatif, diantaranya Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Provinsi DIY, Balai Kemasan Provinsi DIY, serta Rumah Kreatif Sleman (RKS) Kabupaten Sleman.

Dalam melakukan kunjungan bersama beberapa SDM dibidang Perindustrian, yang dilaksanakan pada tanggal 10 September hingga 14 September, Kadis Perdagin, Dr.H. Ahmad Yani, mengapreasisasi program-program yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DIY, dalam mengembangkan teknologi tepat guna bagi IKM sehingga meminimalisir penggunaan mesin yang tidak efektif bagi IKM. Disamping itu, Balai Kemasan yang dikembangkan BPTTG DIY, juga menjadi salah satu wadah pelaku usaha, tidak hanya di DIY namun ada juga di luar DIY memanfaatkan layanan penyediaan kemasan bagi IKM.

Setelah melakukan kunjungan ke dua tempat tersebut, dilanjutkan mengunjungi Rumah Kreatif Sleman, yang berada dibawah naungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sleman. RKS yang semula didirikan melalui program bina kemitraan dan bina lingkungan salah satu BUMN di Sleman, menjadi wadah penting yang sampai saat ini dikelola mandiri oleh Pemkab Sleman dalam memenuhi kebutuhan pengembangan pelaku usaha IKM. Tak kurang 350 bimbingan pelatihan tematik dilakukan RKS dalam kurun waktu 3 tahun. Dilanjutkan oleh Ahmad Yani, hal tersebut merupakan pencapaian luar biasa, pemerintah daerah mampu memberikan bimbingan yang maksimal kepada masyarakatnya hingga mampu bersaing di pasaran. Ia berharap banyak hal, yang dapat diserap dalam kunjungan kali ini, yakni bagaimana pengelolaan administarinya, legalitas yang mengatur pembiayaannya, Standar operasional prosedur (SOP) pelayanannya. Pelayanan yang dipadukan dengan teknologi harus menjadi tantangan kedepan yang harus dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang.

IKM@News
Rabu, 25 September 2019 10:19 WIB
Mapur Siap Pasarkan Produk Terbaik

Guna mendorong para pelaku usaha di Desa Mapur  mengoptimalkan penjualan produknya, pihak Desa Mapur melaksanakan Pelatihan Peningkatan Pemasaran Produk bagi para pelaku usaha dan kelompok usaha. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah tahun lalu pemerintah desa melaksanakan pelatihan packaging/ pengemasan serta pelatihan fotografi guna melakukan perbaikan penampakan produk.

Bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan, Pihak Desa sangat mengharapkan produk yang telah dihasilkan masyarakat dapat bersaing di pasaran, tidak hanya skala lokal namun diharapkan bisa bersaing dan menjejali pasar nasional.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pemasaran produk ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pelaku usaha di Bidang Pengolahan ikan dan kerajinan. Sebahagian peserta belum memiliki SPP-IRT, sehingga  selain pelatihan pemasaran dan promosi peserta juga dibekali dengan pelatihan Cara produksi Pangan Olahan yang baik (CPPOB) agar hasil pangan yang diproduksi dapat memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selanjutnya DKUPP Bintan berharap pelatihan keamanan pangan (PKP) dan Halal merupakan pelatihan yang harus diprioritaskan untuk pelaku usaha di Desa Mapur, agar produk yang dihasilkan tidak hanya enak, namun juga dijamin kebersihan, keamanan dan kehalalannya.

Namun terdapat beberapa permasalahan yang masih dihadapi para pelaku usaha pengolahan ikan khususnya kerupuk, bakso dan ikan asin yaitu sulitnya untuk mendapatkan ikan dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing. Hal ini karena kegiatan pembongkaran ikan oleh nelayan tidak lagi dilakukan di Mapur, melainkan langsung dibawa ke kijang. Kondisi ini menyebabkan harga ikan menjadi tinggi dan sumber bahan baku menjadi jauh sedangkan Mapur dikenal sebagai salah satu spot penangkapan ikan terbaik di Provinsi Kepulauan Riau. Sehingga ikan yang dapat diolah adalah ikan hasil pemancingan masyarakat sekitar yang kadang tidak mencukupi untuk pesanan dalam partai besar.

Kedepan, diharapkan Desa Mapur dapat lebih berbenah diri sehingga dapat dikenal sebagai sentra perikan, pengolahan ikan dan juga pariwisata. Bintan Kita Bintan Gemilang.

IKM@News
Kamis, 5 September 2019 10:41 WIB
Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang gandeng Rutan Kelas I Tanjungpinang latih warga binaan

Dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan disemua lini/ sektor masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan Dekranasda bersinergi dengan Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang melatih para warga binaan. Para warga binaan yang dipilih sebanyak 30 orang diajarkan teknik merajut dan membatik selama kurang lebih 4 hari lamanya. Tampak antusias para warga binaan mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan langsung di lokasi Rumah Tahanan.

Dalam sambutannya, Juwariyah Syahrul selaku ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang mengapreasiasi kepada Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang yang terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi melakukan pembekalan keterampilan seni merajut dan membatik pada warga binaan yang ada. Ia berharap ini merupakan awal yang baik untuk terus menyematkan asa baru kepada para warga binaan agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pembekalan kewirausahaan yang mudah-mudahan bermanfaat kelak ketika para warga binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat. Kita selalu mendorong agar semangat kewirausahaan terus berkembang dan memberi nilai tambah dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan lanjutnya. Dia juga berpesan kepada para warga binaan agar dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan baik dan serius sehingga menjadi bekal yang bermanfaat untuk dimasa yang akan datang.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika dalam sambutannya turut bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang yang membuka jalinan kerjasama yang luar biasa, dan untuk kali pertama memberikan bekal keterampilan kepada para warga binaan. Dia menekankan rutan ini sebagai Rumah Singgah bagi orang-orang spesial yang terpaksa harus menjalani masa persinggahan sesaat disini. Rumah singgah tidak menutup kemungkinan para penghuninya untuk tidak dapat kesempatan memperoleh ilmu dan pengetahuan seperti warga umum lain, imbuhnya juga. Teruslah memupuk semangat dan bekal sebanyak-banyaknya, agar pada saat keluar dari rumah singgah ini dengan keadaan sudah siap berjuang dan memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Pelatihan merajut yang diajarkan langsung oleh pengurus Dekranasda, Maryati dan Raja Farida berlangsung secara formal selama 2 hari dan akan terus dilanjutkan pembinaan dan pembinaan merajut dengan ketentuan peserta yang telah disaring sesuai passion dan kemampuannya. Sedangkan untuk pelatihan membatik, dibimbing langsung oleh pelaku usaha dibawah binaan Dekranasda dan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Melajoe Batik. Tyas Susilowati, selaku narasumber berterimakasih telah diberi kepercayaan dan kesempatan emas ini untuk berbagi ilmu keterampilan membatik kepada teman-teman hebat yang ada di rutan.

Acara pelatihan yang ditutup pada hari Selasa, 3 September 2019 dan sudah berlangsung 4 hari sebelumnya, menghasilkan beberapa karya rajutan dan kain batik yang sangat menarik. Dalam sambutan pada acara penutupan, Ahmad Yani selaku kepala Disperdagin dan Ketua Harian Dekranasda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Dia menekankan bahwa acara ini tidak akan berhenti sampai disini, melainkan akan terus berkelanjutan program pembinaan dan pendampingan kepada warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang ini. Meskipun ini baru kali pertama dilaksanakan, namun respon baik dan positif dari pihak rutan memberikan sinyal baik untuk terus bekerjasama. Tidak menutup kemungkinan produkproduk yang nantinya dihasilkan oleh para warga binaan akan dipromosikan dan dipasarkan dalam setiap event maupun di pusat oleh-oleh Dekranasda yang ada di Gedung Gonggong dan Pulau Penyengat yang sedang dalam tahap pembukaan, imbuhnya juga.

REKAPITULASI DATA*